![]() |
| 10 Penyebab Keguguran by hamil777 |
Keguguran adalah hal yang paling menyakitkan bagi
pasangan suami istri. Terlebih jika itu adalah anak yang sudah lama
diidam-idamkan. Tapi jangan pernah berhenti berharap bunda, sebab Tuhan tau
yang terbaik untuk kita da pasti menyediakan penggantinya. Dan tetaplah
berusaha.
Penyebab keguguran hamil muda ada banyak sekali seperti
stress, merokok, dan bahkan ketidaktahuan mengenai kehamilan tersebut. Banyak
ibu hamil yang bertanya-tanya mengapa hamil muda begitu rentan akan keguguran.
Memang keguguran tidak hanya terjadi pada saat hamil muda saja, namun ada ibu
hamil yang bisa mengalami keguguran dengan usia kehamilan di bawah 22 minggu.
Hamil muda memang identik dengan usia di bawah tiga bulan
namun kandungan di bawah usia 22 minggu (perkembangan janin 6 bulan) pun
sebenarnya juga masih dalam tahap rentan. Ibu hamil dengan kehamilan pertama
harus mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi keguguran.
Ibu hamil dengan kehamilan pertama biasanya baru memiliki sedikit pengetahuan
tentang kehamilan. Berikut ini ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan seorang
ibu hamil muda mengalami keguguran :
1. Kondisi Rahim Yang Lemah
Rahim dengan kondisi ini sangat sulit dan biasanya sangat
rewel ketika mengalami kehamilan. Hal ini dikarenakan dinding rahim tempat
embrio menempel terlalu rentan dan lemah untuk bisa menopang berat embrio. Oleh
sebab itu, wanita dengan kondisi seperti ini harus mengalami bed rest atau
istirahat total saat kehamilannya di bawah usia 22 minggu.
Yang tidak boleh dilakukan wanita dengan dinding rahim
lemah :
Terlalu banyak bergerak.
Hal ini sangat tidak boleh dilakukan oleh wanita dengan kondisi kandungan atau dinding rahim lemah.
Hal ini sangat tidak boleh dilakukan oleh wanita dengan kondisi kandungan atau dinding rahim lemah.
Tidak boleh banyak berjalan.
Berjalan akan membuat perut tergerak. Hal ini menyebabkan rahim dan embrio juga ikut bergerak. Jika banyak berjalan embrio akan mudah jatuh. Ibu hamil hanya boleh berjalan ketika ingin ke kamar mandi saja, selebihnya adalah berbaring.
Berjalan akan membuat perut tergerak. Hal ini menyebabkan rahim dan embrio juga ikut bergerak. Jika banyak berjalan embrio akan mudah jatuh. Ibu hamil hanya boleh berjalan ketika ingin ke kamar mandi saja, selebihnya adalah berbaring.
Dokter kandungan akan menganjurkan untuk banyak berbaring
sebelum usia kandungan lebih dari 22 minggu, makan dan minum dilakukan dengan
posisi duduk di atas tempat tidur.
Stress berlebihan.
Stress yang berlebihan akan membuat hormon ibu hamil menjadi tidak stabil sehingga rentan keguguran.
Stress yang berlebihan akan membuat hormon ibu hamil menjadi tidak stabil sehingga rentan keguguran.
Cara Mencegah:
Dokter kandungan akan memberikan obat penguat kandungan
sampai kandungan berumur usia 22 minggu, obat kandungan juga bisa diberikan
sampai usia kandungan berusia 24 minggu.
2. Kondisi Ibu Hamil Tidak Fit
Cuaca yang ekstrim seperti saat ini tidak boleh
disepelekan oleh kaum ibu. Sebentar panas dan sebentar hujan akan membuat ibu
hamil rentan terkena penyakit. Kondisi kesehatan wanita yang sedang hamil
memang seringkali naik dan juga turun. Hal itulah yang menyebabkan kondisi
kesehatan ibu hamil mudah terganggu terutama saat cuaca seperti ini. Jika
kondisi ibu hamil tidak segera pulih maka kehamilannya akan rentan keguguran.
Apa hal yang bisa menyebabkan keguguran :
Ibu hamil muda mengalami demam dengan suhu tubuh yang
tinggi. Janin yang dikandung ibu hamil tidak bisa bertahan dengan suhu tubuh
ibu hamil yang panas.
Pusing juga membuat kondisi kandungan ibu hamil rentan
keguguran. Hal ini disebabkan ibu hamil yang pusing tidak bisa menyeimbangkan
tubuhnya sehingga rentan terjatuh dan terbentur.
Pilek dan batuk saat hamil
Cara Mencegah:
Rutin berkonsultasi ke dokter setiap bulannya,
Ikuti saran dokter seperti konsumsi vitamin dan obat
penguat kandungan,
Jalani tips hidup sehat ibu hamil,
Jangan stress.
3.
Kehamilan Yang Tidak Diketahui
Kehamilan pertama sering tidak diketahui oleh ibu hamil.
Banyak ibu hamil kehamilan pertama baru akan sadar saat usia kandungannya
menginjak usia tiga bulan. Jika ibu hamil tidak tahu kalau dirinya sedang
hamil, ibu hamil bisa melakukan hal-hal yang bisa menyebabkan dirinya
keguguran. Ibu hamil juga tidak bisa menerapkan cara menjaga kehamilan muda
agar sehat dan tidak keguguran.
Penyebab ketidaktahuan ibu hamil itu adalah ibu hamil
sejak awal menikah menggunakan pil KB. Efek samping dari pil KB bisa membuat
seorang ibu hamil tidak mengalami menstruasi sedangkan tanda kehamilan juga
tidak menyebabkan seorang wanita menstruasi. Oleh sebab itulah ibu hamil tidak
menyadari kehamilan yang terjadi padanya.
Hal yang bisa menyebabkan ibu hamil keguguran adalah
hal-hal di bawah ini :
Terlalu banyak naik motor.
Wanita yang menunda kehamilan bisa dikarenakan sibuk dengan kariernya. Banyak wanita yang suka pergi ke kantor menggunakan motor. Saat dirinya tidak sadar jika hamil, dia akan tetap bepergian menggunakan motor. Di jalan banyak sekali jalan dengan kondisi berlubang sehingga ibu hamil akan rentan jatuh dan kandungannya mengalami kontraksi dan terguncang. (Baca juga : ibu hamil naik motor jauh)
Wanita yang menunda kehamilan bisa dikarenakan sibuk dengan kariernya. Banyak wanita yang suka pergi ke kantor menggunakan motor. Saat dirinya tidak sadar jika hamil, dia akan tetap bepergian menggunakan motor. Di jalan banyak sekali jalan dengan kondisi berlubang sehingga ibu hamil akan rentan jatuh dan kandungannya mengalami kontraksi dan terguncang. (Baca juga : ibu hamil naik motor jauh)
Mengangkat beban berat.
Hal inilah yang menyebabkan keguguran pada ibu hamil dikarenakan otot rahim akan menegang / kejang saat mengangkat beban berat. Ibu hamil yang tidak sadar jika sedang hamil akan melakukan aktivitas fisik seperti biasanya. Hal yang sering dilakukan oleh ibu hamil adalah mengangkat ember cucian basah yang banyak, menimba air dan masih banyak lagi lainnya.
Hal inilah yang menyebabkan keguguran pada ibu hamil dikarenakan otot rahim akan menegang / kejang saat mengangkat beban berat. Ibu hamil yang tidak sadar jika sedang hamil akan melakukan aktivitas fisik seperti biasanya. Hal yang sering dilakukan oleh ibu hamil adalah mengangkat ember cucian basah yang banyak, menimba air dan masih banyak lagi lainnya.
Wanita suka sekali menjaga penampilan dan kebugaran
tubuhnya.
Tidak jarang banyak wanita yang pergi ke gym untuk membentuk tubuhnya. Wanita yang tidak sadar kalau dirinya hamil saat di gym bisa melakukan olahraga berat.
Tidak jarang banyak wanita yang pergi ke gym untuk membentuk tubuhnya. Wanita yang tidak sadar kalau dirinya hamil saat di gym bisa melakukan olahraga berat.
Berlari dan melompat.
Saat berlari perut dan rahim ikut tergerak. Semakin kencang berlari maka rahim juga akan semakin cepat bergerak. Hal itu sangat membahayakan embrio. Melompat akan membuat ibu hamil rentan terpeleset dan jatuh.
Saat berlari perut dan rahim ikut tergerak. Semakin kencang berlari maka rahim juga akan semakin cepat bergerak. Hal itu sangat membahayakan embrio. Melompat akan membuat ibu hamil rentan terpeleset dan jatuh.
Cara Mencegah:
Test secara dini ketika sudah terlambat datang bulan
4.
Menderita Penyakit Tertentu
Penyakit tertentu juga akan membuat ibu hamil rentan
terkena keguguran. Sebaiknya sebelum merencanakan pernikahan atau kehamilan
wanita memeriksakan dirinya ke dokter. Apakah kondisi rahimnya bagus, sel
telurnya bagus dan tentunya apakah wanita tersebut memiliki penyakit tertentu.
Banyak penyakit yang tidak terdeteksi secara kasat mata, penyakit itu
berpengaruh pada rahim wanita.
Berikut ini penyakit yang bisa menyebabkan keguguran :
Tokso
merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus toksoplasma. Hal ini banyak yang
menyebabkan ibu hamil menjadi keguguran. Bahkan jika sampai bayi tersebut
dilahirkan, bayi akan mengalami kecacatan atau bahkan kematian. Ibu dengan
virus ini harus menjalani terapi medis maupun terapi herbal. Dalam kondisi yang
lain,
Rubella
merupakan virus yang bisa menyebabkan kondisi janin di dalam kandungan terkena
campak. Rubella disebut juga dengan campak. Bayi dengan virus ini tidak mampu
bertahan di dalam kandungan. Rubella yang ada di dalam kandungan disebut dengan
rubella kongenital yang bisa menyebabkan keguguran dan penyebab janin cacat.
Misalnya saja bayi mengalami masalah pendengaran, penglihatan, jantung dan
komplikasi lainnya. Rubella kongenital tidak bisa diobati.
Cara Mengatasinya:
Obati keluhan penyakit anda di dokter spesialis dengan
memberitahukan kondisi kandungan anda.
5.
Usia
Wanita dengan usia tua sangat rentan untuk hamil dan juga
melahirkan. Wanita yang rentan untuk keguguran adalah wanita yang mengandung di
usia 30 tahun ke atas (Baca juga : resiko hamil di atas 35 tahun). Oleh sebab itu,
wanita dengan usia di atas 30 tahun sebaiknya konsultasi kehamilan kepada
dokter kandungan jika ingin hamil lagi. Hal ini tidak terjadi pada wanita
dengan kehamilan pertama saja namun bisa terjadi pada wanita dengan kehamilan
yang ke sekian.
Risiko
Bayi dengan hitungan Usia Ibu:
Usia 30-34
Tingkat
keguguran adalah 11,7 persen.
Pada usia
30 risiko memiliki bayi dengan Down syndrome adalah 1 dari 952, dan bayi dengan
kelainan kromosom, 1 dari 385.
Usia 34-40
Tingkat
keguguran mendekati 18 %
Tingkat
kematian janin dua kali lebih rentan dibandingkan hamil di bawah usia tersebut
Usia 40-44
1 dari 106
lahir dengan sindrom Down (usia 40)
1 dari 66
lahir dengan kelainan kromosom (usia 40)
1 dari 38
lahir dengan sindrom Down (usia 44)
1 dari 26
lahir dengan kelainan kromosom (usia 44)
Usia 45-50
> 50%
keguguran sebelum 20 minggu
Kelainan
kromosom 1 dari 30 kelahiran (45 tahun)
Down
sindrom 1 dari 21 (45 tahun)
Kelainan
kromosom 1 dari 11 kelahiran (49tahun)
Down
sindrom 1 dari 8 (49 tahun)
Cara Mengatasinya:
Konsultasikan ke dokter terkait mengenai awal kehamilan
anda dan terus rutin berkonsultasi setiap bulannya sesuai yang ditentukan
dokter.
6.
Usia Di Bawah 20 Tahun
Sudah digalakkan untuk anak remaja agar tidak menikah
muda begitu pula dilarang untuk berhubungan seksual di bawah usia 20 tahun.
Larangan tersebut bukan karena tanpa alasan namun memiliki alasan yang kuat.
Alasannya adalah bahaya hamil di usia muda, dinding rahim belum terlalu kuat
untuk menopang embrio. Selain itu rahim juga belum siap untuk menerima
kehamilan.
Beberapa Risiko :
Kelahiran prematur
Bayi memiliki berat badan lahir yang kurang
Terjadinya plasenta previa, plasenta menempel dengan
rahim
Hipertensi saat hamil
Toksemia, Meningkatnya tekanan darah dan kadar protein
dalam urin
Cara Mengatasinya:
Diawal kehamilan, jangan lewatkan obat penguat kandungan
dari dokter.
7.
Infeksi
Wanita yang memiliki infeksi HPV atau infeksi jamur akan
rentan terkena keguguran. Infeksi HV bisa menyerang kandungan sehingga
menyebabkan keguguran atau lahir prematur. Sedangkan infeksi jamur yang
menempel pada lapisan rahim bisa masuk dan menyerang rahim akibatnya janin akan
mudah gugur.
Cara mencegah:
Jangan pernah konsumsi daging mentah atau tidak matang
Wajib hindari
konsumsi telur setengah matang
Cuci dengan bersih semua makanan / sayuran / buah yang
anda konsumsi
Hindari kontak dengan hewan peliharaan
8.
Jarak Kehamilan Yang Dekat
Jarak kehamilan minimal adalah dua tahun dari kehamilan
sebelumnya. Jika terjadi kurang dari itu janin akan mudah gugur karena kondisi
rahim belum pulih benar. Karena itu tidak heran dokter merekomendasikan jarak
kehamilan yang masuk akal agar tidak terhindar dari berbagai masalah kehamilan.
Jarak yang dianjurkan untuk hamil kembali:
Untuk Persalinan Caesar, disarankan minimal hamil lagi
setelah 2 tahun
Untuk Persalinan normal, disarankan minimal 1 tahun
setelah melahirkan.
Cara mencegah:
Ibu wajib menjaga selama 1 tahun atau 2 tahun pertama agar tidak hamil, dengan
menggunakan alat kontrasepsi atau menjaga kehamilan secara alami atau KB.
9. Pernah Keguguran
Jika anda adalah seorang wanita yang pernah mengalami
keguguran akan rentan untuk terkena keguguran kembali. Hal ini dikarenakan
kondisi fisik dan rahim anda mendukung untuk terjadinya hal tersebut. Jika anda
pernah mengalami riwayat ini sebaiknya menceritakan secara detil pada dokter
kandungan. Dengan pemeriksaan lebih lanjut maka anda akan diberi panduan yang
benar agar terhindar dari keguguran kedua.
Beberapa saran yang harus dilakukan ibu :
Konsumsi vitamin dan obat penguat sesuai dengan anjuran
dokter.
Hindari stres
Hindari terlalu capek
Istirahat yang cukup
10.
Gaya Hidup
Gaya hidup tidak sehat yang dilakukan wanita akan memicu
keguguran dua kali lipat dibandingkan dengan wanita yang menerapkan pola hidup
sehat. Gaya hidup yang menyebabkan keguguran adalah :
Merokok
Mengkonsumsi Alkohol.
Mengkonsumi obat-obatan misal obat tidur, heroin dan
narkoba.
Bergadang setiap hari.
Penyebab keguguran hamil muda diatas wajib Ibu-Ibu
hindari agar janin sehat dan lahir dengan selamat. Ibu wajib menghindari
kebiasaan atau gaya hidup yang sangat buruk di atas agar terhindar dari
keguguran. Karena terkadang tanpa kita sadari, kitalah yang menyebabkan hal-hal
buruk terjadi atas hidup kita. Jangan sepele.
Terima kasih.


No comments:
Post a Comment