Breaking

Calon Ibu Harus Tau Tanda-Tanda Keguguran - ada 5 Tanda-Tanda Keguguran


Siapa yang mau mengalami keguguran? Pasti tidak ada satu orangpun di dunia ini yang mau mengalaminya. Keguguran adalah suatu hal yang ditakuti oleh setiap ibu hamil yang mengharapkan kehadiran sang buah hati. Walaupun kita berharap agar kandungan selalu dalam keadaan sehat dan jangan sampai terjadi hal buruk seperti yang satu ini, namun kita harus waspada dengan mengenali tanda-tanda keguguran yang mengharuskan seorang ibu hamil pergi ke dokter.

Namun saat warning sign atau tanda – tanda keguguran mulai terjadi maka langkah terbaik adalah memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan, karena bisa jadi kehamilan itu dapat dipertahankan dan keguguran dapat dicegah. Atau ketika kehamilan tidak dapat dipertahankan paling tidak jangan sampai membahayakan nyawa ibunya karena perdarahan yang hebat akibat proses keguguran yang tak berjalan lancar (rahim belum bersih).

Dan tingkat kewaspadaan harus tinggi ketika hamil muda karena lebih dari 80% keguguran terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Keguguran lebih jarang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, jika terjadi maka disebut keguguran terlambat, karena yang dimaksud dengan keguguran atau abortus yaitu hilangnya kehamilan secara spontan sebelum kehamilan itu berusia 20 minggu. Sebagian besar keguguran terjadi karena janin tidak berkembang secara normal. Namun, karena kelainan ini jarang terdeteksi, sering kali sulit untuk menentukan apa penyebab pastinya.

Jika sudah demikian, sebelum Anda pergi ke dokter untuk memastikan kehamilan Anda, maka ketahui, cermati dan catatlah ciri-ciri atau tanda-tanda keguguran berikut ini yang biasanya akan ditanyakan oleh dokter nantinya.

Ada keluar flek atau pendarahan dari jalan lahir

Tanda keguguran yang paling sering muncul adalah pendarahan dari jalan lahir mulai dari yang ringan (nge flek) hingga yang berat (pendarahan banyak) dan biasanya berlangsung secara progresif yakni makin lama makin deres. Namun harus diperhatikan, keluarnya bercak darah bukanlah tanda pasti keguguran. Karena banyak juga ibu hamil yang mengalami hal ini di awal kehamilannya (12 minggu pertama) dan itu ternyata normal.

Terasa kram dan nyeri pada perut bagian bawah

Kram atau rasa sakit pada perut bagian bawah (daerah rahim) bisa jadi merupakan pertanda awal keguguran.
Oleh karena itu periksalah ke dokter, terutama jika rasanya lebih sakit dari menstruasi dan disertai dengan pendarahan seperti di atas.


Ada cairan yang keluar dari jalan lahir

Cairan yang dimaksud dapat berupa gumpalan darah atau cairan yang tidak biasa. Jangan mengira cairan itu adalah urin. Cairan yang merupakan tanda keguguran kadang berbau dan menyebabkan iritasi/rasa gatal.

Keluarnya jaringan dari jalan lahir

Hal ini biasanya dibarengi dengan pendarahan dan/atau cairan seperti telah disebutkan di atas. Oleh karena itu jika ada sesuatu yang keluar dari jalan lahir dan terlihat seperti jaringan janin, berwarna keabuan atau mengandung gumpalan darah, maka jangan dibuang begitu saja, tapi simpanlah dalam wadah untuk diperlihatkan kepada dokter Anda nantinya.

Tidak ada lagi atau hilangnya gejala kehamilan

Tanda keguguran lainnya yang mungkin kurang diperhatikan yaitu hilangnya gejala kehamilan yang sebelumnya dirasakan, seperti rasa sakit dan nyeri payudara. Hal ini terkait karena tingkat hormon yang menjadi turun atau rendah. Oleh karena itu Jika ibu mengalaminya apalagi bersamaan dengan gejala keguguran lainnya seperti telah disebutkan di atas, maka bisa jadi itu merupakan pertanda keguguran.

Baca juga Penyebab Keguguran saat hamil muda

Nah, apakah yang akan dilakukan dokter untuk memastikan keguguran atau tidak?

Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan tes ultrasound (USG) untuk memastikan terjadi keguguran atau tidak. Jika telah terjadi keguguran dan rahim sudah bersih (kosong), maka tidak ada perawatan lebih lanjut yang diperlukan. Namun, apabila terjadi keguguran sedangkan rahim tidak sepenuhnya kosong (masih ada sisa jaringan), maka perlu dilakukan tindakan dilatasi dan kuretase (Kiret/kuret).

Apabila ternyata tidak terjadi keguguran, tapi ibu hamil masih mengalami gejala keguguran, maka resepnya adalah istirahat (bed rest) untuk beberapa hari, dan mungkin akan dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. Jika perlu akan dilakukan pemeriksaan kadar hormon kehamilan (hCG) memantau kemajuan.
Pada beberapa kasus, keguguran dapat terjadi pada kehamilan di luar rahim atau terkenal dengan istilah kehamilan ektopik terganggu (KET). Kehamilan ektopik yang terganggu berpotensi serius karena ada risiko mengalami pendarahan internal (dalam). Gejala keguguran kehamilan ektopik meliputi: 


  • Sakit perut luar biasa dan hebat (akut abdomen) 
  • Pendarahan dari jalan lahir atau spotting, biasanya setelah rasa sakit dimulai. 
  • Nyeri di ujung bahu 
  • Merasa sangat samar (kunang-kunang) dan pusing, bahkan mungkin pingsan 


Gejala keguguran kehamilan ektopik (KET) biasanya muncul antara minggu ke 5 dan 14 kehamilan. Jika Anda mengalami salah satu gejala ini, maka segeralah ke Dokter untuk memeriksakan kehamilan Anda dan memastikan kondisi kehamilan Anda. Karena itu juga calon Ibu harus tau apa ciri – ciri kehamilan tidak berkembang. Silahkan klik untuk membaca. Terima kasih.
GOD bless

No comments:

Post a Comment

Adbox