Rasa lemas atau lelah merupakan gejala yang selalu di
rasakan oleh Ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Namun, pada beberapa
kasus, rasa lelah ini bisa terjadi sepanjang kehamilan. Rasa lelah akan
berangsur berkurang pada trimester kedua kehamilan. Namun, keluhan ini dapat
muncul kembali saat trimester ketiga.
Perubahan hormon yang terjadi pada trimester pertama
kehamilan merupakan penyebab utama dari badan lemas yang terjadi pada ibu
hamil. Selain itu, tekanan darah dan gula darah yang cenderung menurun, serta
peningkatan hormon progesteron saat hamil mengakibatkan tubuh lemas dan sering
mengantuk. Perubahan hormonal pada awal kehamilan dan perubahan ukuran perut
kerap kali menimbulkan rasa kelelahan dan keletihan bagi ibu hamil tua maupun
hamil muda.
Kelelahan pada ibu hamil ini adalah hal yang wajar
terjadi bagi ibu hamil karena tubuh bekerja cukup keras untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin. Meskipun ini merupakan hal yang wajar, tetapi cukup penting
bagi Anda untuk mengetahui beberapa tips untuk mengurangi gejala-gejala
tersebut. Berikut ini akan dijabarkan tujuh tips mengatasi rasa lemas - lesu - lelah pada ibu hamil :
1.
Usahakan Tidur dan Istirahat Selama Masa Kehamilan
Untuk mengurangi kelelahan, saran yang paling dasar
adalah dengan mendapatkan tidur yang cukup selama masa kehamilan, setidaknya
dalam jangka waktu delapan jam di malam hari dan tidur siang setelah makan.
Jika Anda terpaksa untuk tidak tidur siang, sempatkanlah setidaknya
beristirahat, walaupun hanya berbaring, agar tubuh Anda kembali rileks. Bagi
wanita yang memiliki masalah kesulitan tidur, World Health Organization (WHO)
memberikan beberapa solusi terkait, yaitu :
a. Dengan menghindari minuman seperti kafein.
b. Minum susu hangat sebelum tidur.
c. Mandi air panas, pijat selama kehamilan, membaca atau
kegiatan santai lainnya.
2. Selalu Lakukan Aktivitas Fisik Ringan Selama Masa Kehamilan
Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan, dapat
meningkatkan kelancaran aliran darah selama kehamilan, melepaskan endorfin, dan
dapat mengurangi kelelahan. Dalam hal ini, cara untuk mengatasi perasaan takut
kelelahan dan malas melakukan apa-apa, adalah dengan menghadapinya dan
memaksakan diri untuk bergerak & keluar rumah, karena kontak langsung
dengan sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang memiliki peran penting
selama masa kehamilan.
3. Jangan mau Stres dalam Kehamilan
Stres juga merupakan salah satu penyebab kelelahan dan
cenderung meningkatkan rasa kelelahan selama masa kehamilan, tidak hanya secara
fisik tapi juga secara mental. Maka, banyak lakukan aktivitas yang menenangkan,
seperti misalnya berdoa. Melatih kontrol pernafasan juga penting untuk ibu
hamil, karena nantinya dapat mempermudah proses persalinan. Fokus pada
pernapasan Anda akan sangat membantu Anda bersantai. Untuk melakukan ini, kita
harus berada pada posisi yang nyaman dengan tulang belakang tegak, kemudian
tutuplah mata Anda dan berkonsentrasi pada pernafasan Anda. Tujuannya adalah
untuk bernafas melalui hidung dan menghembuskan nafas melalui mulut Anda, dan
semua dilakukan dengan lembut dan perlahan-lahan.
4.
Hindari Dehidrasi Selama Masa Kehamilan
Kelelahan juga merupakan gejala dehidrasi, jadi jika
seorang wanita tidak minum cukup air, maka dehidrasi meningkat dan dapat
menyebabkan rasa lelah. Sebuah majalah yang berjudul “Panduan Perawatan
Kehamilan” yang diterbitkan oleh Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat,
melaporkan bahwa manusia umumnya harus meminum setidaknya 1,5 liter air setiap
hari. Tetapi, di negara Spanyol dan beberapa organisasi kesehatan lain
merekomendasikan konsumsi air sebanyak 2,5 hingga 3 liter/hari. Dehidrasi tidak
hanya mengurangi kelelahan tetapi juga menyehatkan usus dan menghindarkan Anda
dari sembelit ketika hamil.
5.
Tetap Mengonsumsi Zat Besi Pada Masa Kehamilan
Anemia adalah masalah kekurangan gizi yang paling umum
terjadi pada wanita hamil. Hal ini dapat disebabkan karena mayoritas wanita
hamil akan merasa tidak berselera untuk makan. Departemen Kesehatan mengatakan
bahwa kekurangan gizi pada ibu hamil yang paling umum terjadi adalah anemia
yang disebabkan karena tubuh kekurangan zat besi. Salah satu gejala utama
anemia adalah meningkatnya rasa lelah, letih, dan lesu. Oleh karena itu, sering
mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging,
kacang-kacangan, dan sayur-sayuran hijau, serta buah-buahan seperti jeruk yang
mengandung vitamin C ataupun buah lainnya, dapat meningkatkan penyerapan
mineral dan meningkatkan produksi zat besi agar Anda terhindar dari anemia.
6.
Coba Pasang Aromatherapy
Sering menghirup dan menikmati aromatherapy juga dapat
menghindarkan Anda dari rasa kelelahan selama masa kehamilan. Padatnya
aktivitas harian Anda dapat Anda akhiri dengan mandi air hangat sembari
menghirup aromatherapy. Hal ini berguna untuk menghindari kelelahan karena
menghirup aromatherapy dapat menimbulkan perasaan tenang dan nyaman.
7.
Selalu Menjaga Kadar Gula Darah Agar Tetap Stabil
Kandungan gula darah yang berlebihan juga dapat
menyebabkan Anda merasa lelah dan lesu. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi
makanan yang mengandung minyak dan lemak berlebihan karena dapat meningkatkan
kadar gula darah Anda. Mulailah dengan pola makan yang teratur dengan
membiasakan sarapan setiap pagi dan mengonsumsi makanan ringan yang sehat.
Nah, mudah bukan bunda untuk mengatasi lemas saat hamil. Tidak
perlu buru-buru ke dokter. Rajin-rajinlah baca article seperti ini dan lakukan
tips-tipsnya. Pasti bermafaat. Selain tidak boros waktu untuk ke dokter, juga
tidak boros uang. Kecuali masalahnya sudah parah. Seperti air ketuban pecah. Kita
juga ada artikel untuk ciri-ciri air ketuban pecah.
Terima kasih.
God bless


No comments:
Post a Comment