Ada 4 Cara Membedakan (Flek) Darah Haid dan Darah Tanda Awal Kehamilan
Siapapun manusia didunia ini yang sudah memiliki pasangan
hidup pasti akan menginginkan suatu hal yang lebih besar lagi, yaitu kehamilan.
Menanti sebuah kehamilan memang akan menjadi saat yang menyenangkan bagi suami
istri. Apalagi bagi para pasangan muda yang keinginannya masih menggelora. Akan
tetapi, seringkali pasangan muda ini justru tak mengenali bila kehamilaan itu
sudah menghampiri. Tentu saja karena tanda kehamilan awal yang seringkali tak
terlihat dan terasa dengan jelas.
Salah satu ciri-ciri orang hamil di usia kandungan yang
masih sangat muda adalah adanya flek.
Akan tetapi, flek bercak darah saat hamil muda tersebut sangat mirip dengan
flek bercak darah haid seorang wanita. Sehingga seringkali para wanita
mengabaikan hal ini.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai
perbedaan antara darah haid dan darah awal kehamilan yang sangat mirip
tersebut. Hal ini bertujuan agar para wanita segera mengetahui apakah ia sedang
hamil ataukah tidak. Karena dengan pengetahuan yang cepat dan memadai, seorang
wanita dapat segera melakukan prenatal care. Akan tetapi sebelumnya kita juga
akan membahas mengenai mekanisme haid dan kehamilan itu sendiri.
Apa
itu Mekanisme Haid?
Haid dan kehamilan adalah dua hal yang terikat erat dalam
diri wanita. Sebenarnya apa sih haid dan kehamilan itu? Bagaimana mekanismenya
dalam diri seorang wanita? Haid atau menstruasi adalah darah yang keluar
sebagai akibat peluruhan dinding rahim karena tak adanya pembuahan. Jadi setiap
bulan wanita akan melepaskan umumnya satu buah sel telur dari ovariumnya. Sel
telur ini akan bergerak melalui tuba fallopii (saluran telur) untuk menuju
uterus (rahim). Pada perjalanannya, di lain tempat, dinding rahim mengalami
penebalan karena pengaruh hormone estrogen.
Bila tak terjadi pembuahan, sel telur akan sampai di
rahim. Setelah sel telur sampai di rahim, pengaruh hormone estrogen akan
menurun drastic. Hal ini akan menyebabkan dinding rahim yang tebal tersebut
akhirnya meluruh dan keluarlah darah haid.
Apa
itu Mekanisme Kehamilan?
Sementara itu, bila ada sperma yang masuk, maka sperma
pada umumnya akan bertemu dengan sel telur di dalam tuba fallopii. Pertemuan
tersebut membuat sperma dan sel telur melebur menjadi satu menjadi zygot. Zygot
lalu berjalan menuju rahim sambil terus membelah, dari morula, blastula, lalu
menjadi gastrula.
Ketika tiba di rahim, zygot telah berupa embrio yang
telah siap ditanam. Nah, pertemuan antara sperma dan sel telur sebelumnya itu
juga merangsang produksi hormone progesterone yang fungsinya sama seperti
estrogen. Oleh karena itulah dinding rahim tidakmeluruh dan semakin menebal karena
adanya hormone estrogen dan progesterone. Embrio lalu diimplantasi (ditanam) di
dinding rahim. Seperti halnya jika kita menancapkan paku di dinding, pasti akan
membuat dinding sedikit berlubang. Begitu pula proses imlantasi di dinding
rahim, membuat dinding rahim terluka dan mengeluarkan darah. Darah ini yang
disebut dengan implantation bleeding atau darah awal kehamilan.
Perbedaannya adalah :
Setelah mengetahui tentang mekanisme keluarnya darah haid
dan darah awal kehamilan, kini tiba saatnya untuk mengetahui karakteristik dari
masing-masing darah tersebut. Darah haid dan darah awal kehamilan memang mirip,
namun ada beberapa perbedaan mendasar.
Di bawah ini adalah ciri darah haid yang bisa dibedakan
dengan darah tanda awal kehamilan:
1.
Warna darah
Haid
Warna darah haid pada umumnya merah kehitaman. Hal ini
disebabkan karena darah haid adalah darah kotor yang harus dikeluarkan dari
dalam rahim setiap wanita. Darah haid juga bersifat cepat kering. Jadi ketika
anda melihat fleknya di celana dalam anda, biasanya darah haid sudah kering dan
berwarna kecoklatan. Akan tetapi, pada sebagian kasus pada wanita, terutama
pada hari pertama haid, darah bisa saja berwarna merah terang atau merah muda.
Awal
kehamilan
Warna darah pada masa awal kehamilan cenderung lebih muda
daripada darah haid. Warnanya merah muda atau kecokelatan. Meski pada sebagian
wanita, darah awal kehamilan bisa juga berwarna lebih gelap daripada darah
haid. Darah awal kehamilan juga sifatnya tidak cepat kering. Jadi biasanya flek
yang anda temukan masih berada dalam kondisi basah atau setengah basah.
2.
Volume darah
Haid
Volume darah haid umumnya banyak. Pada umumnya di hari
awal haid, volume darah akan sangat banyak dan selanjutnya berkurang hingga
kemudian di hari terakhir haid berhenti. Akan tetapi pada sebagian wanita,
darah di haari pertama haid biasanya sedikit dan hanya berupa bercak
kecokelatan. Untuk mengetahuinya, tunggulah hingga dua sampai tiga hari,
perhatikan apakah volume darah tetap, bertambah banyak, atau malah tidak keluar
lagi.
Awal
Kehamilan
Volume darah awal kehamilan cenderung sedikit. Biasanya
hanya berupa flek dan garis di pakaian dalam. Namun jumlah darah ini juga
bervariasi pada setiap wanita. Darah awal kehamilan juga dapat menjadi pertanda
adanya gangguan kehamilan yang bisa menjadi salah satu tanda keguguran. (baca
pula artikel tanda-tanda keguguran)
Baca juga Minuman Penyubur mempercepat Kehamilan
3.
Lama perdarahan
Haid
Darah haid pada umumnya keluar dalam jangka waktu tiga
hari sampai tujuh hari. Pada beberapa kasus memang bisa kurang atau lebih dari
rentang waktu itu. Pada sebagian wanita lagi, darah haid bisa saja muncul
berseling (hari ini muncul, besok tidak, besoknya lagi muncul, dst). Namun
sebagian besar waanita memang mengalaminya dalam rentang waktu tiga hari hingga
tujuh hari tersebut.
Awal
kehamilan
Lama perdarahan tidak begitu lama. Bisa jadi hanya sehari
atau dua hari. Darah awal kehamilan juga biasanya muncul antara enam hingga dua
belas hari sebelum terjadi haid selanjutnya. Jadi ada baiknya anda memeriksa
kalender untuk memastikan hal ini.
4.
Gejala Penyerta
Haid
Dysmenorrhea atau nyeri panggul pada saat haid adalah
gejala penyerta haid yang sangat umum. Gejala ini bisa muncul di awal atau di
akhir haid, setiap wanita berbeda karakteristiknya. Pinggul akaan terasa kram
dan kadang juga menjalar hingga ke rongga perut. Perut akan terasa sangat
melilit dan terkadang juga terasa seperti ada keinginan untuk buang air besar.
Gejala penyerta lain adalah kram di daerah payudara.
Kadang payudara juga akan membesar di awal kedatangan haid. Sebagian wanita
juga mengalami pre menstruasi syndrome yang membuat suasana hati mereka menjadi
labil pada saat awal haid.
Awal
kehamilan
Darah awal kehamilan yang menjadi pertanda kehamilan
tentu memiliki gejala penyerta yang lebih banyak daripada darah haid. Darah
awal kehamilan juga disertai dengan keluahn nyeri panggul dan perut melilit
saat hamil, tapi rasa nyerinya tak sehebat saat haid. Nyeri ini karena kondisi
raahim mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan embrio yang tertanam.
Gejala lainnya :
Gejala lainnya :
Wanita hamil juga akan mengalami pembesaran payudara.
Area di areola juga akan semakin menggelap. Terkadang hal ini juga disertai
kram payudara karena di sana mulai diproduksi ASI.
Ibu hamil juga mengalami gejala morning sickness, yaitu
mual di pagi hari. Tidak semua ibu hamil mengalami kondisi ini. Tingkat
keparahannya pun berbeda bagi setiap wanita. Ada wanita yang mengalaminya
sepanjang hari, bahkan sampai muntah. Beberapa ibu hamil muda cepat lapar dan
emosinya juga menjadi labil (baca pula : cara menghilangkan stress saat hamil –
perbedaan mual hamil atau maag – cara mengatasi mual saat hamil muda tanpa
obat)
Tanda di atas perlu diperhatikan oleh setiap wanita. Agar
anda lebih yakin, maka disarankan pula untuk melakukan test pack atau
memeriksakan diri ke dokter kandungan. Namun pemeriksaan test pack pada usia
kehamilan sangat muda bisa saja tidak akurat karena hormone hCG bisa saja belum
terbentuk. Tapi bila hasil test pack positif, segera lakukan cara menjaga
kehamilan muda agar tidak keguguran. Bisa dengan menghindari larangan ibu hamil
dan penyebab keguguran hamil muda. Karena jika darah awal kehamilan keluar
terus-menerus, bisa jadi itu adalah tanda keguguran.
Oya, jangan pernah berhenti berdoa dan berharap untuk
mendapat keturunan. Dan bila anda ternyata memang positif hamil, maka
konsumsilah makanan sehat untuk ibu hamil. Istirahat yang cukup dan tetaplah
menjaga kondisi mental agar tetap stabil. Semoga artikel ini bermanfaat bagi
ibu semua. Terima kasih.
God bless.


No comments:
Post a Comment